Laporan Akhir
Nama : Sutria Hadi Permana
No BP : 2510951014
Tanggal Praktikum :5 Mei 2026
Asisten : Rahmi Humira
Dean Aulyanisa
1. Hukum Ohm
2. Teorema Mesh
1. Hukum Ohm
• Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah
• Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
• ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
2. Teorema Mesh
• Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah
• Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
• ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan
amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
- Hukum Ohm
- Mesh
Hukum OHM
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !
Jawab :
R terbaca : 560 Ohm, 1000 Ohm, 2000 Ohm
R terukur : 555,55 Ohm, 1000 Ohm, 2000 kOhm
Perbandingan R terbaca dan R terhitung
sedikit berbeda, dikarenakan beberapa hal yang terjadi memungkinkan terjadinya
kesalahan sesuai dengan hukum ohm:
2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan
pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?
Jawab :
- Alat
ukur : Akurasi multimeter yang terbatas, kurang kalibrasi pada alat ukur,
memiliki ketelitian terbatas sehingga hasil pengukuran tidak tepat
- Kesalahan
manusia : kesalahan dalam membaca skala pada alat analog, salah mencatat
atau membulatkan nilai pengukuran
- Kualitas
komponen : Resistor tidak ideal, sumber tegangan yang tidak stabil
3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan
tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus?Apakah sesuai dengan teori Hukum
Ohm?
Jawab :
Berdasarkan teori Hukum Ohm, jika resistansi diperbesar
dengan tegangan tetap, maka arus yang mengalir pada rangkaian semakin kecil. Sesuai
dengan percobaan yang dilakukan. Rumus ohm bisa dituliskan :
Mesh
1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh
dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.
Jawab :
Terdapat perbedaan arus hasil perhitungan
dengan nilai arus pengukuran. Hal ini disebabkan :
- Toleransi
resistor (5% atau 10%)
- Hambatan
dalam alat ukur
- Metode
mesh mengansumsikan komponen ideal dan tegangan sumber sempurna
2. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan
metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
Jawab :
- Meminimalkan
kesalahan dikarenakan alur analisisnya tersutruktur
- Menggunakan
variable lebih sedikit (I1, I2, I3)
- Persamaan
dibuat untuk mengikuti sebuah loop sehingga sistematis
3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh,
arusnya merupakan selisih dua arus mesh
Jawab :
Ketika sebuah resistor berada diantara dua mesh, maka dua
arus mesh melewatinya secara berlawanan
Berdasarkan Hukum KCL
I3=I1-I2
Arus mesh I1 mengalir kearah mesh R3, sedangkan arus I2
membuat arus berlawanan ddari IR3
Download Disini


Komentar
Posting Komentar