Laporan Akhir
Nama : Sutria Hadi Permana
No. BP : 2510951014
Tanggal Praktikum : 19-5-2026
Asisten : Dean Aulyannisa
M. Alfareldo Boyke
1. RC Seri
|
Beban |
V terukur |
I terukur |
V pada beban |
Impedansi |
|
Xa = 99 ohm |
6,1 |
0,4 mA |
1,564 |
2038,05 |
|
Xb =99,2 ohm |
1,503 |
|||
|
Xc = 9,86 uF |
5,09 |
2. RLC Seri
|
Beban |
V terukur |
I terukur |
V pada beban |
Impedansi |
|
Xa = 99 ohm |
6,1 |
0,4mA |
1,686 |
2029,71 |
|
Xb =22 mH |
0,007 |
|||
|
Xc = 9,86 uF |
5,75 |
3. RLC Paralel
|
Beban |
V terukur |
I terukur (total) |
I1 |
I2 |
I3 |
V pada beban |
Impedansi |
|
Xa = 99 ohm |
1,65 |
0,2 |
0,19 |
- |
- |
1,445 |
7,0422 |
|
Xb = 22 mH |
1,65 |
0,2 |
- |
0,19 |
- |
1,169 |
7,0422 |
|
Xc = 9,86 uF |
1,65 |
0,2 |
- |
- |
0,19 |
1,337 |
7,0422 |
1. RC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang
dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
• Xa = 100 ohm
• Xb = 100 ohm
• Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai
dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station
pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang
ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada
jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus
impedansi rangkaian RC
2. RLC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4
b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang
dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = L2 = 1 mH
Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai
dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station
pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang
ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada
jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus
impedansi
rangkaian RLC seri
3. RLC Paralel
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang
dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = 100 ohm
Xc = 100 ohm
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai
dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station
pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang
ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada
jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus
impedansi rangkaian RLC paralel
1. RC Seri
1. Analisa pengaruh R, L, dan C terhadap sudut fasa!
Jawab:
Resistansi (R):
Ketika arus melewati resistor murni, tidak ada perbedaan
fasa yang terjadi antara tegangan dan arus. Keduanya selalu bergerak beriringan
secara sefase, yang berarti nilai sudut fasanya (φ) adalah nol derajat.
Induktansi (L):
Komponen induktor memiliki kemampuan menyimpan energi dalam
bentuk medan magnet, yang mengakibatkan arus listrik tertinggal di belakang
tegangan. Karena keterlambatan arus ini, sudut fasa yang dihasilkan bernilai
positif dan dapat mencapai hingga +90°.
Kapasitansi (C):
Berbeda dengan induktor, kapasitor menyimpan energi di dalam
medan listrik, sehingga membuat arus mengalir lebih awal mendahului
tegangannya. Fenomena ini menyebabkan arus mencapai puncaknya sebelum tegangan
maksimum, dengan sudut fasa bernilai negatif hingga -90°.
2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri
Jawab:
Impedansi pada rangkaian RC seri adalah
total hambatan yang dihasilkan dari kombinasi antara resistansi (R) dan
reaktansi kapasitif (Xc). Nilai impedansi ini sangat dipengaruhi oleh komponen
penyusun dan kondisi arus yang mengalir. Dimana nilainya akan mengecil apabila
kapasitas kapasitor (kapasitansi) diperbesar atau frekuensi arus ditingkatkan.
Sebaliknya, impedansi total akan melonjak naik jika nilai resistansinya tinggi,
nilai kapasitansinya kecil, atau rangkaian tersebut bekerja pada frekuensi yang
rendah.
Impedansi dapat ditulis sebagai berikut:
Z = R + JXc
dengan Xc = 1/2πfc
Impedansi dari sebuah rangkaian RC seri dapat dihitung
menggunakan rumus sebagai berikut:
3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri
Jawab:
Impedansi pada rangkaian RLC seri
adalah keseluruhan hambatan yang merintangi jalannya arus AC pada rangkaian.
Dimana nilainya dibentuk oleh perpaduan antara resistansi (R), Reaktansi
Induktif (XL), dan reaktansi kapasitif (XC).
Impedansi pada rangkaian RLC seri bisa dihitung menggunakan
rumus:
Dimana:
Z = Impedansi total (ohm)
R = Resistansi (ohm)
XL = Reaktansi induktif (ohm)
XC = Reaktansi kapasitif (ohm)
Di dalam rangkaian ini, peran XL
dan XC sangat dinamis karena keduanya bisa saling memperlemah atau justru
saling memperkuat satu sama lain, tergantung pada besarnya frekuensi yang
mengalir. Ketika XL lebih dominan dibandingkan XC, maka rangkaian tersebut akan
menunjukkan karakteristik induktif. Sebaliknya, jika nilai XC jauh lebih besar
daripada XL, rangkaian akan beralih sifat menjadi kapasitif.
4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC paralel
Jawab:
Impedansi pada rangkaian RLC paralel
merepresentasikan rintangan menyeluruh yang dihadapi arus listrik ketika
mengalir melewati rangkaian tersebut, di mana nilainya merupakan kebalikan
(invers) dari admittansi total. Untuk menentukan nilai impedansi Z maka dapat
digunakan rumus sebagai berikut:
Dimana:
XL = ωL → Reaktansi induktif (ohm)
XC = 1/ωC → Reaktansi kapasitif (ohm)
Besarnya impedansi pada rangkaian RLC paralel
ditentukan oleh nilai hambatan murni (R), induktansi (L), kapasitas kapasitor
(C), serta frekuensi sumber (f). Apabila nilai R ditingkatkan, impedansi
rangkaian umumnya akan ikut meningkat. Jika nilai L diperbesar, reaktansi
induktifnya akan naik sehingga berpotensi memperbesar nilai impedansi,
khususnya ketika mendekati kondisi resonansi. Sebaliknya, peningkatan nilai C
akan menurunkan reaktansi kapasitif yang berakibat pada mengecilnya impedansi
total. Faktor frekuensi juga memegang peran penting terhadap sifat hambatan
induktor dan kapasitor. Saat frekuensi bertambah tinggi, hambatan pada induktor
akan membesar sementara hambatan pada kapasitor justru mengecil. Pada titik
frekuensi resonansi, efek dari kedua reaktansi tersebut akan saling meniadakan
sehingga menghasilkan impedansi yang mencapai batas maksimumnya.
Download disini
Komentar
Posting Komentar