Kontrol Pada Kandang Ayam
Kandang ayam modern memerlukan
sistem kontrol lingkungan yang responsif untuk menjaga kesehatan dan
produktivitas ternak, mengingat berbagai parameter seperti suhu, kelembapan,
kualitas udara, serta keamanan dari gangguan eksternal sangat memengaruhi kesejahteraan
ayam. Untuk itu, dibutuhkan sistem otomatis yang mampu memantau dan
mengendalikan kondisi kandang secara real-time, dengan memanfaatkan berbagai
sensor terintegrasi.
Pendekatan yang dapat digunakan
adalah dengan melibatkan op-amp (operational amplifier) sebagai komparator
dalam setiap jalur sensor. Sensor suhu LM35 mendeteksi perubahan suhu
lingkungan untuk mengaktifkan kipas atau pemanas. sensor rain digunakan untuk
menutup jendela kandang secara otomatis saat hujan turun. sensor gas berfungsi
mendeteksi amonia atau metana berlebih yang dapat membahayakan ayam sehingga
menghidupkan exhaust fan. sensor IR obstacle untuk mendeteksi ayam yang
mendekat ke tempat minum dan membuka tempat minum. sensor load cell memantau
bobot ayam atau pakan secara real-time.
Ketika salah satu sensor
mengirimkan sinyal yang melewati ambang batas tertentu, op-amp yang berfungsi
sebagai pembanding akan mengubah kondisi outputnya, yang kemudian dapat memicu
aktuator seperti motor penggerak jendela, kipas, alarm, atau sistem pembuka-gerbang.
Penggunaan op-amp memberikan keunggulan dalam kecepatan respons, akurasi
deteksi, serta kemudahan implementasi dengan biaya rendah. Rangkaian ini pun
dapat diintegrasikan dengan mikrokontroler atau sistem logika tambahan untuk
mengelola prioritas aksi, mencatat data sensor, serta memberikan peringatan
suara atau lampu kepada peternak. Dengan demikian, integrasi op-amp dan beragam
sensor dalam sistem kontrol kandang ayam tidak hanya meningkatkan efisiensi
operasional, tetapi juga menjadi solusi cerdas untuk menciptakan lingkungan
kandang yang aman, nyaman, dan produktif secara berkelanjutan.
- Memahami aplikasi kontrol kandang ayam otomatis untuk mengatur suhu, kelembapan, gas, hujan, gangguan hewan, dan berat ayam/pakan.
- Memahami prinsip kerja rangkaian yang membandingkan sinyal sensor dengan referensi menggunakan op-amp sebagai komparator untuk menggerakkan aktuator.
- Mencegah gangguan kesehatan dan kematian ayam akibat kondisi lingkungan tidak ideal serta serangan hewan liar.
- Memahami penggunaan sensor suhu (LM35),sensor kelembapan (HIH 5030) gas, rain, IR obstacle, dan load cell.
1) Instrument
a. Voltmeter
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan
untuk mengukur besara tegangan atau beda potensial listrik antara dua titik
pada suatu rangkaian listrik yang dialiri arus listrik. Pada alat ukur
voltmeter ini biasanya ditemukan tulisan voltmeter (V), milivoltmeter (mV),
mikrovoltmeter, dan kilovolt (kV). Sekarang ini, voltmeter ditemukan dalam dua
jenis yaitu voltmeter analog (jarum penunjuk) dan voltmeter digital. Voltmeter
memiliki batas ukur tertentu, yakni nilai tegangan maksimum yang dapat diukur
oleh voltmeter tersebut.
Spesifikasi :
- Angka
rangkuman masukan biasanya di mulai dari ± 1,000000 V hingga s/d ± 1000,
000 V (Metode pemilihan rangkuman dilakukan dengan cara otomatis dan
indikasi beban lebih).
- Ketelitian
mutlak tercatat mencapai ± 0,005 persen dari pembacaan yang sudah
dilakukan.
- Angka
stabilitas untuk jangka pendek sebesar 0,002 persen dari pembacaan
(periode 24 jam). Sedangkan untuk jangka panjang sebesar 0,008 persen
pembacaan (periode 6 bulan).
- Resolusi
untuk 1 bagian dalam 106 yaitu 1 μV bisa dibaca pada rangkuman dari
masukan 1 V.
- Karakteristik
masukannya yaitu tahanan masukan khas sebesar 10 MΩ dengan kapasitas
masukan 40 pF.
- Kalibrasi
yang standar (internal) tidak tergantung pada rangkaian ukuran yang mana
telah diperoleh dari sumber referensi yang sudah stabil.
- Ada
beberapa sinyal keluaran seperti perintah mencetak.
b. Generator daya
- Power
Supply
Berfungsi sebagai sumber daya bagi sensor ataupun rangkaian.
Spesifikasi :
Input voltage: 5V-12V
Output voltage: 5V
Output Current: MAX 3A
Output power:15W
conversion efficiency: 96%
- Baterai
Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang
dapat mengubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat
digunakan oleh suatu perangkat Elektronik.
Spesifikasi dan Pinout Baterai
- Input
voltage: ac 100~240v / dc 10~30v
- Output
voltage: dc 1~35v
- Max.
Input current: dc 14a
- Charging
current: 0.1~10a
- Discharging
current: 0.1~1.0a
- Balance
current: 1.5a/cell max
- Max.
Discharging power: 15w
- Max.
Charging power: ac 100w / dc 250w
- Jenis
batre yg didukung: life, lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd
1-16s
- Ukuran:
126x115x49mm
- Berat:
460gr
2) Probes
a. Voltage
Probe voltage adalah alat atau
komponen dalam sistem pengukuran listrik/elektronika yang digunakan untuk
mendeteksi atau mengukur tegangan pada titik tertentu dalam rangkaian.
Spesifikasi :
- Tegangan
Maksimum: 300V – 1000V (tergantung kategori keselamatan: CAT II/III).
- Bandwidth:
10 MHz – >500 MHz (untuk osiloskop).
- Attenuation
Ratio: 1:1 atau 10:1 (peredam sinyal).
- Input
Resistance: Umumnya 10 MΩ.
- Input
Capacitance: Sekitar 10–20 pF.
- Konektor:
BNC (osiloskop), banana plug/needle (multimeter).
B. Bahan
1) Resistor
Resistor atau disebut juga dengan Hambatan
adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur
arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Satuan nilai Resistor atau
Hambatan adalah Ohm.
Spesifikasi dari Resistor adalah resistansinya
dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien
suhu, derau listrik (noise), dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan ke
dalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.
Spesifikasi
Resistor adalah komponen elektronika pasif
yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi
sebagai penghambat arus listrik. Bila kita menginginkan arus yang besar maka
kita pasang resistor yang nilai resistansinya kecil, mendekati nol atau sama
dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi
dibatasi. Resistor berfungsi sebagai Penghambat arus listrik, Sebagai
tahanan arus listrik agar listrik yang melewati resistor di hambat melalui
karbon yang berada di dalam tubuh resistor menjadi di perkecil apabila
resistansinya besar, Sebagai tahanan arus listrik agar listrik yang melewati
resistor di hambat melalui karbon yang berada di dalam tubuh resistor menjadi
di perkecil apabila resistansinya besar.
2) Dioda
Dioda adalah dioda
penyearah umum yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi elektronika,
terutama untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
Spesifikasi :
- Tegangan
Maksimum (Vrrm): 100 Volt
- Arus
Maksimum (If): 1 Ampere
- Jenis:
Dioda Penyearah (Rectifier Diode)
- Material:
Silikon
- Aplikasi:
Catu daya, konverter tegangan, dan rangkaian penyearah lainnya
3) Transistor BC547 dan MPS6534
Spesifikasi untuk BC547
- Type
- NPN
- Collector-Emitter
Voltage: 35 V
- Collector-Base
Voltage: 35 V
- Emitter-Base
Voltage: 5 V
- Collector
Current: 2.5 A
- Collector
Dissipation - 10 W
- DC
Current Gain (hfe) - 100 to 200
- Transition
Frequency - 160 MHz
- Operating
and Storage Junction Temperature Range -55 to +150 °C
- Package
- TO-126
Pin :
- Collector
(C) → Tempat arus masuk (NPN) atau keluar (PNP) dari beban.
- Base
(B) → Terminal kontrol, digunakan untuk mengatur hidup/matinya arus.
- Emitter
(E) → Tempat arus keluar (NPN) atau masuk (PNP), menuju ground atau
suplai.
Konfigurasi Transistor:
Konfigurasi Common Base adalah
konfigurasi yang kaki Basis-nya di-ground-kan dan digunakan bersama untuk INPUT
maupun OUTPUT. Pada Konfigurasi Common Base, sinyal INPUT dimasukan ke
Emitor dan sinyal OUTPUT-nya diambil dari Kolektor, sedangkan kaki
Basis-nya di-ground-kan. Oleh karena itu, Common Base juga sering disebut
dengan istilah “Grounded Base”. Konfigurasi Common Base ini menghasilkan
Penguatan Tegangan antara sinyal INPUT dan sinyal OUTPUT namun tidak
menghasilkan penguatan pada arus.
Konfigurasi Common Collector (CC) atau
Kolektor Bersama memiliki sifat dan fungsi yang berlawan dengan Common Base
(Basis Bersama). Kalau pada Common Base menghasilkan penguatan Tegangan tanpa
memperkuat Arus, maka Common Collector ini memiliki fungsi yang dapat
menghasilkan Penguatan Arus namun tidak menghasilkan penguatan Tegangan.
Pada Konfigurasi Common Collector, Input diumpankan ke Basis Transistor
sedangkan Outputnya diperoleh dari Emitor Transistor sedangkan Kolektor-nya
di-ground-kan dan digunakan bersama untuk INPUT maupun OUTPUT. Konfigurasi
Kolektor bersama (Common Collector) ini sering disebut juga dengan Pengikut
Emitor (Emitter Follower) karena tegangan sinyal Output pada Emitor hampir sama
dengan tegangan Input Basis.
Konfigurasi Common Emitter (CE) atau
Emitor Bersama merupakan Konfigurasi Transistor yang paling sering digunakan,
terutama pada penguat yang membutuhkan penguatan Tegangan dan Arus secara
bersamaan. Hal ini dikarenakan Konfigurasi Transistor dengan Common Emitter ini
menghasilkan penguatan Tegangan dan Arus antara sinyal Input dan sinyal Output.
Common Emitter adalah konfigurasi Transistor dimana kaki Emitor Transistor
di-ground-kan dan dipergunakan bersama untuk INPUT dan OUTPUT. Pada Konfigurasi
Common Emitter ini, sinyal INPUT dimasukan ke Basis dan sinyal OUTPUT-nya
diperoleh dari kaki Kolektor.
spesifikasi untuk MPS6534 adalah sebagai berikut:
Spesifikasi Umum
- Tipe
transistor: PNP Bipolar Junction Transistor (BJT)
- Fungsi:
General Purpose Amplifier dan Switching
- Kemasan
(Package): TO-92
- Material:
Silicon (Si)
Batas Maksimum (Absolute Maximum Ratings)
- Tegangan
Collector-Emitter (VCEO): 40 V
- Tegangan
Collector-Base (VCBO): 40 V
- Tegangan
Emitter-Base (VEBO): 4 V
- Arus
Kolektor Maksimum (IC): 600 mA (beberapa datasheet mencantumkan hingga 800
mA)
- Daya
Disipasi Maksimum (PD): 625 mW
- Suhu
Junction Maksimum (TJ): 150 °C
- Rentang
Suhu Operasi: −55 °C hingga +150 °C
Karakteristik Listrik
- DC
Current Gain (hFE)
- Minimum:
60 pada IC = 10 mA
- Tipikal:
90–270 pada IC = 100 mA
- Frekuensi
Transisi (fT): 250 MHz (tipikal)
- Tegangan
Saturasi Collector-Emitter (VCE(sat)): 0,3 V maksimum
- Tegangan
Saturasi Base-Emitter (VBE(sat)): 1,0 V maksimum
- Arus
Bocor Collector-Base (ICBO): 50 nA maksimum
- Kapasitansi
Output (Cob): 6 pF
Pin :
- Collector
(C) → Tempat arus keluar (PNP) dari beban.
- Base
(B) → Terminal kontrol, digunakan untuk mengatur hidup/matinya arus.
- Emitter
(E) → Tempat arus masuk (PNP), menuju ground atau suplai.
4) Op Amp - LM741 dan LM358
Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang
berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa
Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi
sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada
rentang frekuensi yang luas. Dalam bahasa Indonesia, Op-Amp atau Operational
Amplifier sering disebut juga dengan Penguat Operasional.
Untuk LM741:
Konfigurasi PIN LM741
Spesifikasi:
Untuk LM358:
Konfigurasi pin LM358
spesifikasi
5) Komponen Input
a. Switch
Switch atau saklar adalah komponen elektronik
atau elektromechanical yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan
aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Konsep dasarnya adalah membuka dan
menutup jalur konduksi, seperti pintu yang mengizinkan atau menghalangi aliran
elektron. Ketika switch dalam kondisi tertutup (ON), arus listrik dapat
mengalir bebas melalui rangkaian; sebaliknya, ketika switch dalam kondisi
terbuka (OFF), jalur arus terputus dan tidak ada aliran listrik.
Switch digunakan dalam berbagai aplikasi,
mulai dari perangkat sederhana seperti lampu rumah hingga sistem kompleks
seperti komputer, otomasi industri, dan kontrol elektronik. Ada berbagai jenis
switch, seperti toggle switch, push button, rotary switch, DIP switch, dan reed
switch, masing-masing dengan karakteristik dan cara kerja yang berbeda.
b . Logicstate
Gerbang
Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan
input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner
yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga
dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.
Pinout
c. MQ-2 Sensor
Spesifikasi sensor pada sensor gas MQ-2 adalah sebagai berikut:
- Catu
daya pemanas : 5V AC/DC
- Catu
daya rangkaian : 5VDC
- Range
pengukuran : 200 - 5000ppm untuk LPG, propane 300 - 5000ppm untuk butane
5000 - 20000ppm untuk methane 300 - 5000ppm untuk Hidrogen
- Keluaran
: analog (perubahan tegangan)
Grafik
respon sensor
d. LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen
elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran
listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian
ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National
Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika
dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran
impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah
dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan
lanjutan.
Simbol LM35 di proteus :
Grafik respon
e. Rain Sensor
Modul Sensor Deteksi Tetes Hujan adalah perangkat elektronik
kompak yang dirancang untuk mendeteksi dan mengukur keberadaan tetesan hujan
atau air di permukaannya. Dengan kemampuan yang sensitif dan responsif, modul
ini khusus dirancang untuk mengidentifikasi hujan atau tetesan air serta
memberikan umpan balik untuk berbagai aplikasi. Baik digunakan dalam sistem
pemantauan cuaca, solusi irigasi pintar, atau deteksi hujan pada aplikasi
otomotif, modul sensor ini berfungsi sebagai alat yang handal dan efisien untuk
mendeteksi dan merespons kehadiran hujan atau air secara real time. Dengan
mengintegrasikan modul ini ke dalam proyek Anda, Anda dapat meningkatkan
otomatisasi, memperbaiki langkah-langkah keselamatan, dan mengoptimalkan
pengelolaan sumber daya berdasarkan deteksi dan pengukuran hujan yang akurat.
Adapun spesifikasinya adalah sebagai berikut:
-Mengadopsi bahan RF-04 berkualitas tinggi dengan sisi
ganda.
-Area: 5cm x 4cm pelat nikel di sisi,
-Anti-oksidasi, anti-konduktivitas, dengan waktu
penggunaan lama;
-Sinyal output komparator memiliki bentuk gelombang yang
bersih, kemampuan menggerakkan, lebih dari 15mA;
-Potensiometer untuk menyesuaikan sensitivitas;
- Tegangan kerja 5V;
-Format output: Output digital switching (0 dan 1) dan
output tegangan analog AO;
-Ukuran PCB papan kecil: 3,2cm x 1,4cm;
-Menggunakan komparator LM393 tegangan lebar
untuk konfigurasi pin:
1.VCC = 5V DC
2.GND = Ground
3.DO = high/low input
grafik respon:
f. Infrared Sensor
Infrared sensor adalah sensor yang
digunakan untuk mendeteksi radiasi inframerah (IR) dari suatu objek, baik
berupa panas tubuh maupun pantulan sinyal cahaya IR. Sensor ini dapat bekerja
sebagai pemancar dan penerima sinyal IR, dan akan merespons saat mendeteksi
perubahan sinyal akibat keberadaan objek di depannya. Infrared sensor banyak
digunakan untuk deteksi gerakan, pendeteksi halangan, pembaca garis (line
follower), serta dalam sistem otomatisasi seperti pintu otomatis atau kontrol
palang kereta ap
Konfigurasi Pin Out :
Spesifikasi :
- Tegangan
Operasi: 3.3V – 5V
- Output:
Digital (HIGH/LOW)
- Jarak
Deteksi: 2 – 30 cm
- Konsumsi
Arus: ±20 mA
- Komponen
Utama: LED IR & phototransistor
- Fitur
Tambahan: Potensiometer untuk atur jarak deteksi
Grafik Sensor :
g. sensor Load Cell
Load cell adalah sebuah sensor yang
digunakan untuk mengukur gaya atau beban yang bekerja pada suatu objek. Sensor
ini umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti alat pengukur
berat, peralatan pengujian material, alat timbangan, dan sebagainya. Cara kerja
load cell didasarkan pada perubahan resistansi material khusus yang dipengaruhi
oleh tekanan atau gaya yang diterapkan.
Grafik respon sensor
h. Sensor Kelembapan HIH-5030
Sensor yang dapat mengukur dua parameter
lingkungan sekaligus, yakni suhu dan kelembaban udara (humidity). Dalam sensor
ini terdapat sebuah thermistor tipe NTC (Negative Temperature Coefficient)
untuk mengukur suhu, sebuah sensor kelembaban tipe resisitif dan sebuah
mikrokontroller 8-bit yang mengolah kedua sensor tersebut dan mengirim hasilnya
ke pin output dengan format single-wire bi-directional (kabel tunggal dua
arah).
Spesifikasi :
- Output
analog
- Sensor
kelembaban relatif
- Akurasi
kelembaban: ± 3% rh.
- Pasokan
2,7 vdc sampai 5,5 vdc.
- Smd.tertutup,
dengan / tanpa filter hidrofobik
Pinout
Grafik Respons Sensor
6) Komponen Output
a. LED
Komponen elektronika yang dapat
memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED
merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna
Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang
dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak
oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote
Control perangkat elektronik lainnya.
Konfigurasi pin :
-Pin 1 : Positive Terminal Of Led
-Pin 2 : Negative Terminal Of Led
Spesifikasi
- Superior
Weather Resistance
- 5mm
Round Standard Directivity
- Uv
Resistant Eproxy
- Forward
Current (If): 30ma
- Forward
Voltage (Vf): 1.8v To 2.4v
- Reverse
Voltage: 5v
- Operating
Temperature: -30℃ To
+85℃
- Storage
Temperature: -40℃ To
+100℃
- Luminous
Intensity: 20mcd
Tegangan LED menurut warna:
- Infra
merah : 1,6 V.
- Merah
: 1,8 V – 2,1 V.
- Oranye
: 2,2 V.
- Kuning
: 2,4 V.
- Hijau
: 2,6 V.
- Biru
: 3,0 V – 3,5 V.
- Putih
: 3,0 – 3,6 V.
- Ultraviolet
: 3,5 V.
b. Relay
Relay adalah komponen elektronika berupa
sakelar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay
merupakan tuas sakelar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di
dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena
adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak sakelar akan
menutup. Pada saat arus hentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke
posisi semula dan kontak sakelar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan
untuk menggerakkan arus / tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 A /
AC 220 V) dengan memakai arus / tegangan yang kecil (misalnya 0.1 A / 12 Volt
DC).
Konfigurasi Pin :
Gambar bentuk dan Simbol relay
Spesifikasi :
c. Motor DC
Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya bahwa motor terdiri atas 2 bagian utama yaitu stator dan motor. Pada
stator terdapat lilitan (winding) atau magnet permanen, sedangkan rotor adalah
bagian yang dialiri dengan sumber arus DC. Arus yang melalui medan magnet
inilah yang menyebabkan rotor dapat berputar. Arah gaya elektromagnet yang
ditimbulkan akibat medan magnet yang dilalui oleh arus dapat ditentukan dengan
menggunakan kaidah tangan kanan.
Konfigurasi pin
Spesifikasi
A. Resistor
Resistor merupakan salah satu komponen
elektronika pasif yang berfungsi untuk membatasi arus yang mengalir pada suatu
rangkaian dan berfungsi sebagai terminal antara dua komponen elektronika.
Tegangan pada suatu resistor sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang
warna:
1. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang pertama
2. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang kedua
3. Masukkan angka langsung dari kode warna gelang ketiga
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau
pangkatkan angka tersebut dengan 10(10^n)
Resistor di pasaran
B. Dioda 1N4002
Dioda adalah komponen elektronika yang
terdiri dari dua kutub dan berfungsi menyearahkan arus. Komponen ini terdiri
dari penggabungan dua semikonduktor yang masing-masing diberi doping
(penambahan material) yang berbeda, dan tambahan material konduktor untuk
mengalirkan listrik.
Dalam ilmu fisika dioda digunakan untuk
penyeimbang arah rangkaian elektronika. Elektronika memiliki dua terminal yaitu
anoda berarti positif dan katoda berarti negatif. Prinsip kerja dari anode
berdasarkan teknologi pertemuan positif dan negative semikonduktor. Sehingga
anode dapat menghantarkan arus litrik dari anoda menuju katoda, tetapi tika
sebaliknya katoda ke anoda.
Dioda digambarkan seperti sebuah
switch/saklar dimana saklar tersebut hanya akan bekerja di beri tegangan atau
arah arus sesuai dengan polaritas kaki ioda itu sendiri. Pada arah bias maju,
bias kaki anoda diberikan tegangan (+) dan tegangan (-) pada katoda maka dioda
akan dapat mengalirkan arus pada satu arah. Sedangkan pada arah arus mundur
bias dimana kaki anoda diberi tegangan (-) dan tegangan (+) pada katoda maka
saklar menjadi terbuka atau saklar OFF.
Dioda dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
- Dioda
Penyearah (Dioda Biasa atau Dioda Bridge) yang berfungsi sebagai penyearah
arus AC ke arus DC.
- Dioda
Zener yang berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan juga sebagai penstabil
tegangan.
- Dioda
LED yang berfungsi sebagai lampu Indikator ataupun lampu penerangan.
- Dioda
Photo yang berfungsi sebagai sensor cahaya.
- Dioda
Schottky yang berfungsi sebagai Pengendali.
Untuk menentukan arus zenner berlaku persamaan :
Keterangan :
Grafik :
Pada grafik terlihat bahwa pada
tegangan dibawah ambang batas tegangan mundur (reverse) sebuah dioda akan
tembus (menghantar) dan tidak bisa menahan lagi. Batas ini disebut dengan area
tegangan breakdown dioda. Kondisi dioda pada area ini adalah tembus atau
menghantar dan tidak menghambat. Kemudian pada level tegangan diantara tegangan
breakdown dan tegangan forward terdapat area tegangan reverse dan tegangan cut
off. Pada area ini kondisi dioda adalah menahan atau tidak mengalirkan arus
listrik.
C. Transistor
Transistor adalah sebuah komponen di
dalam elektronika yang diciptakan dari bahan-bahan semikonduktor dan memiliki
tiga buah kaki. Masing-masing kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.
- Emitor
(E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
- Kolektor
(C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam
transistor.
- Basis
(B) berguna untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari
transistor melalui kolektor.
Transistor Bipolar terdiri dari dua jenis yaitu Transistor
NPN dan Transistor PNP.
- Transistor
NPN adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dan
tegangan positif pada terminal Basis untuk mengendalikan aliran arus dan
tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor.
- Transistor
PNP adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dan
tegangan negatif pada terminal Basis untuk mengendalikan aliran arus dan
tegangan yang lebih besar dari Emitor ke Kolektor.
Rumus :
Konfigurasi transistor bipolar :
Cara mengukur transistor bipolar
Karakteristik input
Transistor adalah komponen aktif yang
menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah
transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan
daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor
memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara
kolektor dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang
saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan
emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.
Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka
apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat
grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis
lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika
tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara
cepat.
Karakteristik output
Sebuah transistor memiliki empat daerah
operasi yang berbeda yaitu daerah aktif, daerah saturasi, daerah cutoff, dan
daerah breakdown. Jika transistor digunakan sebagai penguat, transistor bekerja
pada daerah aktif. Jika transistor digunakan pada rangkaian digital, transistor
biasanya beroperasi pada daerah saturasi dan cutoff. Daerah breakdown biasanya
dihindari karena resiko transistor menjadi hancur terlalu besar.
Gelombang I/O Transistor
D. OP-AMP
Penguat operasional atau yang dikenal
sebagai Op-Amp merupakan suatu rangkaian terintegrasi atau IC yang memiliki
fungsi sebagai penguat sinyal, dengan beberapa konfigurasi. Secara ideal Op-Amp
memiliki impedansi masukan dan penguatan yang tak berhingga serta impedansi
keluaran sama dengan nol. Dalam prakteknya, Op-Amp memiliki impedansi masukan
dan penguatan yang besar serta impedansi keluaran yang kecil.
Op-Amp memiliki beberapa karakteristik, di antaranya:
a. Penguat tegangan tak berhingga (AV = ∼)
b. Impedansi input tak berhingga (rin = ∼)
c. Impedansi output nol (ro = 0) d. Bandwidth tak berhingga
(BW = ∼)
d. Tegangan offset nol pada tegangan input (Eo = 0 untuk Ein
= 0)
Rangkaian dasar Op-Amp
1. Op Amp Sebagai amplifier Non Inverting
Penguat Non Inverting adalah suatu
rangkaian penguat yang berfungsi menguatkaan sinyal dan hasil sinyal yang
dikuatkan tetap sefasa dengan sinyal inputannya, hasil dari sinyal input dan
output rangkaian non inverting dapat dilihat pada Gambar 1. Pada dasarnya
penguat non inverting digunakan sebagai pengkondisi sinyal inputan sensor yang
terlalu kecil sehingga dibutuhkan penguatan untuk diproses. intinya penguat non
inverting ke balikkan dari penguat inverting.
Gambar 1 Rangkaian amplifier Non Inverting
Keterangan Gambar
Vin : Tegangan Masukan
Vout : Tegangan Keluaran
Rg : Resistansi ground
Rf : Resistansi feedback
Gambar 2 Sinyal Input dan Output amplifier Non Inverting
Fungsi amplifier Non Inverting
Fungsi dari penguat non inverting kurang
lebih sama dengan penguat inverting hanya saja polaritas output yang dihasilkan
sama dengan sinyal inputnya. Keluaran sensor dan tranduser pada umumnya
mempunyai tegangan yang sangat kecil hingga mikro volt, sehingga diperlukan
penguat dengan impedansi masukan rendah. Rangkaian penguat non inverting
akan menerima arus atau tegangan dari tranduser sangat kecil dan akan
membangkitkan arus atau tegangan yang lebih besar
Rumus Op Amp Non Inverting
Gambar 3 Penjabaran Rangkaian Penguat Non Inverting untuk
mempermudah penurunan rumus
Rumus mencari tegangan output yaitu:
Rumus mencari besar penguatannya yaitu sebagai berikut:
Op-amp sebagai voltage follower
Op-Amp Voltage Follower (atau dikenal
juga sebagai Unity-gain Amplifier atau Buffer Amplifier) adalah rangkaian
Op-Amp yang memiliki penguatan atau gain (A) tegangan sebesar 1x. Dengan kata
lain, Op-Amp tidak memberikan amplifikasi ataupun atenuasi terhadap sinyal
inputnya. Yang artinya keluaran dari Op-Amp sama dengan masukannya.
Rangkaian Op-Amp Voltage Follower.
Cara Kerja Rangkaian Op-Amp Voltage Follower.
Respons karakteristik kurva I-O:
Gelombang I/O Inverting Amplifier
E. Sensor
1. Infrared Sensor
Sistem sensor infra merah pada dasarnya menggunakan infra merah sebagai media
untuk komunikasi data antara receiver dan transmitter. Sistem akan bekerja jika
sinar infra merah yang dipancarkan terhalang oleh suatu benda yang
mengakibatkan sinar infra merah tersebut tidak dapat terdeteksi oleh penerima.
Grafik responsi sensor :
2. LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen
elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran
listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian
ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National
Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika
dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran
impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan
dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.
Simbol LM35 di proteus :
Grafik respon
3. Sensor Hujan
Sensor hujan adalah komponen elektronik yang digunakan untuk
mendeteksi adanya air hujan pada permukaannya. Dalam sistem kontrol kandang
ayam, sensor hujan berfungsi sebagai pendeteksi kondisi cuaca luar, khususnya
untuk kandang semi-terbuka. Ketika sensor mendeteksi hujan, mikrokontroler akan
memproses sinyal tersebut untuk mengaktifkan penutup otomatis, mematikan kipas
luar, atau menjalankan sistem penghangat guna menjaga kenyamanan ayam. Sensor
ini biasanya bekerja berdasarkan perubahan resistansi atau konduktivitas pada
permukaannya saat terkena air. Dengan adanya sensor hujan, sistem dapat
merespon perubahan cuaca secara otomatis dan mencegah ayam terkena kondisi
lembap atau dingin yang dapat mengganggu kesehatannya
Grafik Respon
4. Gas MQ-2 Sensor
Spesifikasi sensor pada sensor gas MQ-2 adalah sebagai berikut:
- Catu
daya pemanas : 5V AC/DC
- Catu
daya rangkaian : 5VDC
- Range
pengukuran : 200 - 5000ppm untuk LPG, propane 300 - 5000ppm untuk butane
5000 - 20000ppm untuk methane 300 - 5000ppm untuk Hidrogen
- Keluaran
: analog (perubahan tegangan)
Grafik
respon sensor
5. Load Cell
Load cell adalah sebuah sensor yang digunakan untuk mengukur
gaya atau beban yang bekerja pada suatu objek. Sensor ini umumnya digunakan
dalam berbagai aplikasi industri, seperti alat pengukur berat, peralatan
pengujian material, alat timbangan, dan sebagainya. Cara kerja load cell
didasarkan pada perubahan resistansi material khusus yang dipengaruhi oleh
tekanan atau gaya yang diterapkan.
Ada beberapa jenis load cell, tetapi yang paling umum adalah
strain gauge load cell. Strain gauge load cell terdiri dari satu atau beberapa
strain gauge yang ditempatkan di dalam tubuh load cell. Strain gauge adalah
sensor resistansi yang mengubah perubahan tekanan atau gaya menjadi perubahan
resistansi. Ketika gaya diterapkan pada load cell, ia menyebabkan deformasi
pada material strain gauge, yang kemudian mengubah resistansinya.
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam cara kerja load
cell menggunakan strain gauge:
1) Gaya diterapkan pada load
cell: Gaya atau beban yang ingin diukur diterapkan pada load cell melalui
elemen penghubung, seperti pelat, kait, atau celah yang terdapat pada load
cell.
2) Deformasi pada strain gauge:
Ketika gaya diterapkan pada load cell, material strain gauge mengalami
deformasi atau perubahan bentuk. Deformasi ini menyebabkan perubahan panjang
atau luas strain gauge, yang pada gilirannya mengubah resistansinya.
3) Perubahan resistansi: Strain
gauge biasanya terbuat dari material yang mempunyai sifat resistansi yang
berubah sesuai dengan perubahan panjang atau luasnya. Ketika load cell
mengalami deformasi, resistansi strain gauge juga berubah.
4) Pengukuran resistansi:
Perubahan resistansi strain gauge kemudian diukur menggunakan jembatan
Wheatstone atau rangkaian elektronik serupa. Jembatan Wheatstone adalah
rangkaian yang terdiri dari empat resistansi, termasuk strain gauge, yang
diatur sedemikian rupa sehingga perubahan resistansi strain gauge dapat diukur
sebagai perubahan tegangan output.
5) Konversi tegangan menjadi
satuan pengukuran: Tegangan output dari jembatan Wheatstone kemudian dikonversi
menjadi satuan pengukuran yang sesuai dengan aplikasi tertentu. Hal ini
biasanya melibatkan penggunaan amplifier atau konverter sinyal untuk mengubah
tegangan menjadi satuan seperti kilogram, pound, Newton, atau satuan lainnya.
Dalam beberapa aplikasi yang lebih kompleks, load cell juga
dapat dilengkapi dengan perangkat elektronik tambahan, seperti penguat sinyal,
pengolah data, atau komunikasi dengan sistem lain.
Itulah gambaran umum tentang cara kerja load cell
menggunakan strain gauge. Dengan mengukur perubahan resistansi pada strain
gauge, load cell mampu mengonversi gaya atau beban yang diterapkan menjadi
sinyal listrik yang dapat diukur dan digunakan untuk berbagai aplikasi.
6.Sensor Kelembapan HIH-5030
Seri HIH-5030/5031 mencakup sensor kelembaban sirkuit
terintegrasi, SMD, 1000 unit pada tape dan reel.Sensor Kelembaban Tegangan
Rendah Seri HIH-5030/5031 beroperasi hingga 2,7 V, seringkali ideal dalam
sistem bertenaga baterai di mana suplai adalah nominal 3 V. Sensor Kelembaban
Seri HIH-5030/5031 dirancang khusus untuk pengguna OEM (Original Equipment
Manufacturer) volume tinggi. Input langsung ke pengontrol atau perangkat lain
dimungkinkan oleh output tegangan linier dekat sensor ini. Dengan tarikan arus
tipikal hanya 200 µA, Seri HIH-5030/5031 sering kali cocok untuk sistem yang
dioperasikan dengan baterai dengan pengurasan rendah. Kemampuan saling tukar
sensor yang ketat mengurangi atau meniadakan biaya kalibrasi produksi OEM. Seri
HIH-5030/5031 memberikan kinerja penginderaan RH (Relative Humidity)
berkualitas instrumentasi dalam SMD dengan harga kompetitif dan dapat disolder.
HIH-5030 adalah sensor kelembaban sirkuit terintegrasi tertutup. HIH-5031
adalah sensor kelembaban sirkuit yang tertutup, tahan kondensasi, dan
terintegrasi yang dipasang di pabrik dengan filter hidrofobik yang
memungkinkannya digunakan di lingkungan kondensasi termasuk aplikasi industri,
medis dan komersial. Sensor RH menggunakan elemen penginderaan kapasitif
polimer termoset yang dipangkas laser dengan pengkondisian sinyal terintegrasi
pada chip. Konstruksi multilayer elemen penginderaan memberikan ketahanan yang
sangat baik terhadap sebagian besar bahaya aplikasi seperti kondensasi, debu,
kotoran, minyak, dan bahan kimia lingkungan umum.
Fitur/Kelebihan Sensor HIH-5030
- Beroperasi
hingga 2,7 V, ideal dalam sistem tenaga baterai dengan tegangan 3 V
- Didesain
dengan daya rendah
- Akurasi
ditingkatkan
- Waktu
respon yang cepat
- Stabil,
dengan penyimpangan yang rendah
- Tahan
dengan zat kimia
Pin dari sensor HIH-5030 adalah
Simbol sensor HIH 5030
Grafik Respon
F. Logicstate
Logicstate adalah keadaan logika dalam rangkaian digital
yang merepresentasikan nilai biner, yaitu 0 (false) atau 1 (true).
G. Power Supply
Catu daya merupakan suatu Rangkaian yang
paling penting bagi sistem elektronika. Power supply atau catu daya adalah
suatu alat atau perangkat elektronik yang berfungsi untuk merubah arus AC
menjadi arus DC untuk memberi daya suatu perangkat keras lainnya. Sumber AC
yaitu sumber tegangan bolak-balik, sedangkan sumber tegangan DC merupakan
sumber tegangan searah. Power supply/unit catu daya secara efektif harus
mengisolasi rangkaian internal dari jaringan utama, dan
biasanya harus dilengkapi dengan pembatas arus
otomatis atau pemutus bila terjadi beban
lebih atau hubung singkat. Bila pada saat
terjadinya kesalahan catu daya, tegangan keluaran DC
meningkat di atas suatu nilai aman maksimum untuk
rangkaian internal, maka daya secara otomatis harus diputuskan.
Simbol di proteus
H. Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang
dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical
(Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil)
dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip
Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik
yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih
tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA
mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk
menghantarkan listrik 220V 2A.
Simbol di proteus
G). Ground
Suatu komponen listrik yang bisa meniadakan beda
potensial sebagai pelepasan muatan listrik berlebih pada suatu instalasi
listrik dengan cara mengalirkannya ke tanah.
Simbol di proteus
Download Rangkaian Disini
Download Resistor Disini
Download Transitor BC547 Disini
Download Trasistor MPS 6534 Disini
Download Op Amp LM 741 Disini
Download Riley Disini
Download Sensor Gas Disini
Download LED Disini
Download IR Sensor Disini
Download Rain Sensor Disini
Download Sensor Suhu LM35 Disini
Download Sensor Kelembapan HIH-5030 Disini
Download Load Cell Disini
Download Baterai Disini
Komentar
Posting Komentar